Home / Daerah / Di Bandung Tim Siskohat Temukan Perangkat Fingerprint Sering Error

Di Bandung Tim Siskohat Temukan Perangkat Fingerprint Sering Error

Di Bandung Tim Siskohat Pusat Temukan Fingerprint ErrorBandung, Bisnis Syariah – Masa tenggat persiapan pelaksanaan Peraturan Menteri Agama nomor 29 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler pada 18 April lalu telah lewat. Meski juga pernah mengalami gangguan, namun berkat intensitas yang rutin dijalin antara Kementerian Agama kota Bandung dengan Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) maka pelaksanaan PMA tersebut dapat dilaksanakan sesuai target yang diinginkan.

“Kami sudah siap melaksanakan PMA tersebut. Sebelum 18 April, sistem pelayanan pendaftaran dan pembatalan haji sudah sesuai dengan PMA nomor 29 tahun 2015. Dari sebelumnya daftar haji melalui empat tahap berubah menjadi dua tahap. Kemudian dari sebelumnya proses pembatalan haji bisa tiga bulan uangnya baru masuk ke rekening jemaah, sekarang sudah bisa diterima jemaah rata-rata 11 hari kerja,” terang Agus Safari, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama kota Bandung kepada Tim Siskohat Pusat, Kamis siang, (21/04/2016)

Dan, sambung dia, proses pembatalan haji paling lama dikerjakan 13 hari kerja. “Jadi, nggak boleh lebih dari itu. Sebab, itu tidak baik. Bisa menyulitkan jemaah. Islam tidak boleh mempersulit orang, hukumnya haram,” tukasnya lagi. Ia kembali membeberkan, permasalahan yang sering terjadi dalam operasional perangkat Siskohat (Sistem kompiterisasi haji terpadu) itu sehari-harinya, adalah tidak berfungsinya fingerprint (alat rekam sidik jari). “Itu kendalanya,” beber Agus Safari. (rio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *