Home / Daerah / Benarkah Revolusi Mental Bisa Menghasilkan Kemandirian Ekonomi ?

Benarkah Revolusi Mental Bisa Menghasilkan Kemandirian Ekonomi ?

IMG 20160427 WA0028Jakarta, Bisnis Syariah – Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengatakan, revolusi mental itu berarti siap menjadi orang yang berintegritas, beretos kerja tinggi dan semangat gotong royong.

“Pembentukan karakter inilah menjadikan manusia jujur, cerdas dan mau bekerjasama, serta saling tolong menolong demi kemaslahatan umum. Jadi, manusia yang dikatakan berhasil melakukan revolusi mental adalah manusia yang merdeka dan demokratis, tentu bebas dari sifat feodalistis,” ujarnya saat membuka seminar nasional revolusi mental melalui keluarga di Bogor, Rabu siang, (27/04/2016).

Ia kembali menyampaikan, bahwa bicara penduduk, tentu tak lepas dari masalah kuantitas, kualitas dan mobilitas penduduk. Tiga masalah pokok inilah yang menjadi konsen dan tugas BKKBN dalam menggarap penduduk Indonesia sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 5 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga yakni KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

“Jadi, soal kuantitas, kualitas dan data kependudukan harus kita tingkatkan. Tidak boleh dibiarkan terus begini. Harus bisa diperbaiki,” ujarnya penuh semangat. Revolusi mental berbasis Pancasila ini, sambung dia, akan menghasilkan Tri Sakti Bung Karno yakni berdikari dalam ekonomi, keadilan dan kerakyatan yang sesuai dengan lima sila Pancasila. “Inilah yang menjadi semangat kami untuk menghadapi tantangan kependudukan dalam menghadapi bonus demografi,” ujarnya.

Untuk itulah, peran tokoh agama didalam melakukan revolusi mental masyarakat sangat penting, karena kualitas, kuantitas kependudukan menjadi berbeda menakala karakter masyarakat menjadi baik. Tanpa itu, tentu akan menjadi bencana yang sangat mengerikan. “Kerusuhan, pembegalan, dan kriminal di masyarakat akan menjadi bencana negara Indonesia, belum lagi menghadapi MEA, makanya tanpa revolusi mental penduduk kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain,” tambah Surya kembali. (jajang)