Home / ADV / Kenapa Dari Sekolah Sampai Perkantoran Pakai Mushaf Al-Qur’an Ini, Berikut Jawabannya…..

Kenapa Dari Sekolah Sampai Perkantoran Pakai Mushaf Al-Qur’an Ini, Berikut Jawabannya…..

al quran 5Jakarta, Bisnis Syariah – Fenomena keberadaan mushaf Al-Qur’an tajwid kode blok warna ternyata telah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari sekolah, pondok pesantren, majelis taklim hingga perkantoran, banyak menggunakan mushaf Al-Qur’an ini. “Dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Sampai sekarang, tak kurang dari 40 agen besar yang tersebar di wilayah Indonesia telah membantu dalam pendistribusian Al-Qur’an tajwid kode blok warna,” tutur Dani, pimpinan Lestari Book, penerbit mushaf Al-Qur’an tajwid kode blok warna.

Menurut dia, tak hanya orang dewasa yang tertarik dengan Al-Qur’an ini, anak-anak pun terpikat dengan warna-warna yang ditonjolkan oleh Al-Qur’an. “Pernah ketika kami pameran di Batam, ada anak kecil yang merengek-rengek ingin minta dibelikan Al-Qur’an ini. Dia tidak mau beranjak sebelum ibunya membelikan Al-Qur’an ini. Saya sendiri sempat terkejut. Anak itu sampai begitu mencintai mushaf Al-Qur’an ini. Tak Cuma untuk anak-anak kami juga menyediakan mushaf Al-Qur’an muslimah resleting plus panduan muslimah salihah. Untuk informasi lebih lanjut dan layanan pemesanan silahkan hubungi 021-3140808,” ungkap Dani.

Rupanya, mushaf Al-Qur’an ini juga dapat memicu anak-anak untuk belajar Al-Qur’an sejak dini, bahkan tak jarang anak-anak yang bersemangat belajar Al-Qur’an karena Al-Qur’an menarik, berwarna-warni seperti Al-Qur’an. Tak hanya anak-anak yang memberikan pendapatnya tentang keunggulan mushaf Al-Qur’an ini terhadap para pemula pembaca Al-Qur’an.

“Ide kreatif dan cerdas, semoga semakin banyak yang mencintai Alquran tajwid metode blok warna serta menerapkan 6M, yaitu: memiliki, membaca, memahami, menghafalkan, mengamalkan, dan mengajarkan,” tukas Ustad Mukti, asli keturunan Madura yang sehari-hari bertugas menjadi pembimbing umrah ketika ditemui Bisnis Syariah di Bandara Internasional Soekarno Hatta, akhir Maret lalu.

Lain pula dengan Aa Gym, kyai kondang asal Bandung tersebut memberi pendapat yang sedikit berbeda, “Al—Qur’an telah menjadi sesuatu yang enak, menyenangkan untuk dibaca, karena umat ini tidak akan pernah bisa bangkit sebelum mengenal, mencintai, membaca, mengamalkan, dan menyampaikan Al-Qur’an”. (adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *