Home / Daerah / Sumsel Syariah / Diskoperindag Banyuasin: Koperasi Tuah Sakato Langgar Undang-Undang

Diskoperindag Banyuasin: Koperasi Tuah Sakato Langgar Undang-Undang

Diskoperindag Banyuasin Koperasi Tuah Sakato Langgar Undang Undang
Pertemuan di ruang Komisi II DPRD kabupaten Banyuasin

SUMSEL, Bisnis Syariah Koperasi Mandiri Tuah Sakato diduga menjalankan praktik rentenir di Kecamatan Pulau Rimau. Komisi II DPRD Banyuasin, Senin (16/5), mempertemukan pengelola koperasi, anggota koperasi, dan pihak Diskoperindag Kabupaten Banyuasin.

Ketua Komisi II DPRD Banyuasin Arisa Lahari mempertanyakan kebijakan koperasi memberlakukan bunga berbunga kepada masyarakat di Kecamatan Pulau Rimau. Masyarakat yang merasa dirugikan melaporkan pihak koperasi ke DPRD Kabupaten Banyuasin.

Arisa yang memimpin pertemuan di Ruang Komisi II itu mengatakan, para nasabah mengadu ke DPRD karena Koperasi Tuah Sakato melakukan penyitaan jaminan.

“Apakah jaminan diperbolehkan atau tidak dalam koperasi, kami meminta tanggapan dari Diskoperindag Kabupaten Banyuasin. Apakah itu ada aturannya?” kata Arisa.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Banyuasin Hj Ria Apriani dengan tegas menyebutkan,  apa yang dilakukan Koperasi Tuah Sakato melenceng dari ketentuan UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Koperasi Tuah Sakato memberlakukan ketentuan salah, karena telah bertindak seperti rentenir dan melebihi perbankan. Tidak ada bunga berbunga dalam Undang-undang Perkoperasian,” kata Ria.

Koperasi Tuah Sakato yang berstatus koperasi simpan pinjam bukan hanya melayani peminjaman kepada anggota. Koperasi ini meminjamkan uang kepada masyarakat umum.

“Tuah Sakato statusnya koperasi simpan pinjam yang tujuannya untuk menyejahterakan anggota. Ini malah meminjamkan uang kepada masyarakat umum, jadi mereka ini bukan lagi koperasi simpan pinjam, namun sudah berbentuk koperasi jasa,” kata dia.

Menurutnya, ada aturan tersendiri untuk koperasi berbentuk jasa. Harus memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami sudah minta Koperasi Tuah Sakato berubah status pada Maret 2016 melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT). Jika Koperasi Tuah Sakato tetap nakal, maka akan dibekukan,” tegas Ria.

Ria menganjurkan masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan pihak Koperasi Tuah Sakato ke pihak berwajin. Masalah ini harus diselesaikan secara hukum.

Sementara itu, Ketua Koperasi Mandiri Tuah Sakato Zaini Bahtiar membantah segala tuduhan–pihaknya melakukan praktik rentenir. Besaran bunga yang ditentukan tersebut sudah sesuai kesepakatan bersama.

“Kami rapatkan dulu untuk bunga tersebut, semuanya setuju maka kami jalankan. Dan soal kami menyita jaminan, itu tidak ada. Malahan masyarakat sendiri yang memberikan kepada kami karena tidak sanggup membayar,” kata Zaini.

Zaini menyebutkan, koperasi tersebut memang meminjamkan uang kepada masyarakat umum karena kewajiban menyejahterakan anggota sudah terpenuhi.

“Jadi kami pinjamkan ke masyarakat umum dengan syarat pembayaran yang sudah disepakati. Bahkan, kepala desa memberikan rekomendasi atas persetujuan peminjaman tersebut. Jadi kami rasa, Koperasi Tuah Sakato sama sekali tidak menyalahi aturan,” tegasnya. [ida]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *