Home / Ekonomi / Daerah Kudu Dukung Pertumbuhan Industri

Daerah Kudu Dukung Pertumbuhan Industri

Bisnis Syariah Berangkat dari tingginya pertumbuhan industri yang ada di Kabupaten Bogor, selayaknya sejumlah kawasan industri di­siapkan untuk menopang lajunya kebutuhan sektor industri.

Apalagi daerah yang ber­batasan langsung antara Kabupaten Bogor sudah menjadi daerah penyangga Jakarta, se­bagai ibukota dan tentu saja juga menjadi daerah penyangga industri Jakarta.

Salah satu daerah penyangga ibukota di Kabupaten Bogor ini adalah Kecamatan Cileungsi. Di wilayah ini, ratusan industri su­dah tumbuh dan selayaknya di­tata ulang, agar tidak semrawut dan menimbulkan masalah. Serta mampu menunjang ka­wasan industri di sekitarnya dan kawasan industri terpadu yang kini tengah dibangun pe­merintah pusat.

“Pertumbuhan kawasan indus­tri di Kabupaten Bogor tengah maju pesat. Apalagi jika nanti tol Bogor, Cianjur dan Sukabumi (Bocimi) telah dibuka, perkem­bangan industri di Kabupaten Bogor pun akan semakin besar,” ujar Djasfar, Ketua Harian Kadin Kabupaten Bogor.

Dijelaskannya, pengemban­gan kawasan industri di wilayah Cileungsi ini tentu akan menga­rah pada konektivitas yang sal­ing menopang. Yakni antar ka­wasan industri seperti kawasan industri Weninggalih Jonggol, kawasan industri Cipeucang Cileungsi, kawasan industri Kirana Utama, hingga kawasan in­dustri Cariu. Sehingga nantinya terjadi konektivitas ke kawasan industri terpadu Cikarang yang linier.

“Kawasan ekonomi khusus di Cikarang akan memaksimal­kan pusat kawasan ekonomi yang terintegritas antara Jakarta dengan Jawa Barat melalui sejumlah fasilitas infrastruktur yang tengah dibangun pemer­intah, seperti bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban dan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan pemerintah Kecamatan Cileungsi lewat Camat Cileungsi, Renaldi Yushab Fiansyah. Sebagai salah satu daerah penyangga ibukota, serta sesuai dengan tujuan pena­taan ruang nasional, selayaknya wilayah ini memperhatikan aspek-aspek keterpaduan pen­gendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Ini dalam rangka pelindun­gan fungsi ruang dan pencega­han dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaa­tan ruang. Saat ini pemerintah daerah mencoba mengendali­kan industri-industri yang ada di Cileungsi ini agar sesuai dengan peruntukannya. Lalu persyaratannya, agar industri ini berjalan dan tidak menggangu kepentingan-kepentingan umum lainnya,” papar Renaldi. Dikatakannya, sebagai kawasan industri khusus, Kecamatan Cileungsi harus memperhatikan kebijakan norma, standar, prose­dur dan manual pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Bogor, dalam pengembangan kawasan industri sesuai imple­mentasi Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 24/2009.

“Pemerintah kabupaten sudah menentukan tentang penataan tata ruang wilayah kecamatan Cileungsi, kami hanya berke­wajiban menata dan mengenda­likan,” ujar Renaldi.

Penataan wilayah di Kecamatan Cileungsi sendiri, lanjut­nya, menjadi kewenangan yang melekat secara atributik pada pemerintah kabupaten. Pasalnya, Kecamatan Cileungsi tidak hanya memiliki aset sendiri, tetapi ada sarana umum yang jadi milik pemerintah kabupaten. Salah satu contohnya adalah jalan Transyogi, yang menjadi urat nadi transportasi di wilayah kecamatan Cileungsi.

“Semua nantinya akan ber­muara pada keselarasan dan saling menopang antara satu kawasan industri dengan kawasan industri lainnya secara linear dan terkonek­tivitas,” pungkasnya.