Home / Daerah / Sumsel Syariah / Harga Gas di Muba-Muara Enim-PALI Diusulkan di Bawah Rp 5000 per M3

Harga Gas di Muba-Muara Enim-PALI Diusulkan di Bawah Rp 5000 per M3

Bisnis Syariah Badan Pengatur Hilir ( BPH) Minyak dan Gas (Migas) menggelar public hearing di Jakarta kemarin.

Public hearing  dipimpin Anggota Komite BPH Migas Arie Pratoyo ini bertujuan mengumpulkan berbagai masukan sebelum dilakukan   penetapan harga gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil di 6 kabupaten/ kota  yakni Muaraenim, PALI, Mojokerto, Samarinda, Musi Banyuasin (Muba), dan Lampung.

Dalam hal penetapan harga gas bumi ini, terdapat usulan dari badan usaha, pemerintah, dan evaluasi yang dilakukan BPH Migas.

Menurut Arie, pihaknya bertugas melakukan verifikasi dan evaluasi atas usulan harga migas. Dalam melakukan evaluasi  atas usulan harga migas tersebut, pihaknya wajib mempertimbangkan kepentingan badan usaha dan kemampuan daya beli konsumen gas bumi.

Penetapan harga dilakukan berdasarkan perhitungan tertentu baik yang ada di badan usaha, pemerintah, maupun biaya operasional dan pemeliahraan.

Untuk badan usaha, penetapan harga didasarkan pada IRR yang ditetapkan oleh Badan Pengatur yang mengacu pada besaran WACC,” kata Arie.

Sementara pemerintah berdasarkan pada biaya pembelian gas bumi, biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas, biaya administrasi  dan umum, pajak, retribusi daerah dan pendapatan, serta margin badan usaha yang besarnya ditetapkan oleh BPH.

Sedangkana biaya operasional dan pemeliharaan meliputi biaya tenaga operasional, biaya inspeksi, biaya kalibrasi dan comissioning, biaya system informasi dan komunikasi. Selain itu, biaya pemeliharaan fasilitas termasuk biaya penggantian suku cadang dan biaya reparasi, biaya administrasi dan umum di lapangan, tarif (jika menggunakan pipa transporter), dan kehilangan gas maksimum 2 persen.

Selain itu, pihaknya juga melakukan verifikasi ke lapangan. Dari sini diperoleh matriks  evaluasi harga dengan penetapan daerah sekitar dan komoditas  pesaing.

Di Lampung, misalnya,  PGN mengusulkan harga migas untuk RT (rumah tangga) sebesar RP5048 per M3, dan golongan RT2 (pelanggan kecil) sebesar Rp7067 per M3. Sementara berdasarkan evaluasi yang dilakukannya, BPH Migas mengusulkan harga migas untuk wilayah Lampung bagi RT sebesar Rp450 pr M3 dan RT 2 sebesar Rp6230 per M3.

Untuk LPG 3 kg, pemda mengusulkan sebesar Rp4010 per m3,  sementara di pasar harganya Rp5013 per M3.  Untuk LPG 12 kg sebesar, dan Pertamina mengusulkan harga sebesar Rp8578 per m3, dan di pasaran seharga Rp8772 per M3.

Harga usulan untuk wilayah Lampung ini berbeda dari 5 kabupaten/kota lainnya. Dari 6 wilayah ini, Mojokerto paling murah. Untuk pelanggan RT1 Mojokerto, BPH Migas mengusulkan sebesar Rp4350 per M3, dan RT 2 sebesar Rp6462 per M3.  Untuk LPG 3 kg, pelanggan RT 1 dan RT 2 Mojokerto , pemda mengusulkan harganya Rp4010 dan untuk pasar seharga Rp4261 per M3. LPG 12 kg, Pertamina mengusulkan sebesar Rp8609, sementara harga pasar sebesar Rp8459 per M3.

Untuk golongan RT 1, usulan harga yang diajukan badan usaha di Muaraenim sebesar Rp4750 per M3, PALI Rp 4750 per M3, dan Muba Rp4700  per M3. [rosyidah rozali]