Home / Ekonomi / Jalan Mampang Prapatan Butuh Banyak JPO

Jalan Mampang Prapatan Butuh Banyak JPO

Bisnis Syariah Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mendorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta membangun banyak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Pasalnya di kawasan tersebut seringkali terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa pejalan kaki.

Teranyar seorang siswa SMP tewas tertabrak bus Transjakarta di jalur busway, Jumat (19/1) siang. Korban yang tengah menyeberang tertabrak bus yang melaju kencang. Kasus ini ditangani Polda Metro Jaya.

“Jalan Raya Mampang Prapatan dan kawasan lain yang padat lalu lintasnya harus tersedia fasilitas JPO. Minimal setiap 150 meter tersedia JPO. Ini untuk menekan angka kecelakaan pejalan kaki,” kata Judistira saat dihubungi, Jumat (19/1).

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini juga mengaku prihatin Pemprov DKI Jakarta tidak serius serius menangani JPO.

Padahal berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan setiap jalan sudah harus memiliki trotoar, zebracross, dan JPO.

Menurut Judistira, nantinya fasilitas JPO yang dibangun harus ramah bagi siapa saja. Karena pengguna jalan bukan saja anak-anak muda yang sehat, melainkan juga ibu hamil, orang-orang tua, bahkan kaum difabel.

“Jika mereka tak dapat menikmatinya, artinya ada diskriminasi di sana,” ujar Judistira.

Disisi lain, lanjut Judistira, Dinas Perhubungan juga perlu menempatkan petugasnya di sekitar JPO, terutama yang berdekatan dengan sekolah, perkantoran atau pusat perbelanjaan, agar pejalan kaki tidak menyeberang jalan seenaknya.

“Karena saya sering temui banyak warga lebih memilih menyeberang jalan seenaknya. Alasan mereka lantaran malas untuk naik menyeberang menggunakan JPO,” pungkas Judistira.[dem]