Home / Ragam / PPDP KPU Kota Bekasi Masih Temukan Data Warga Belum Terinput

PPDP KPU Kota Bekasi Masih Temukan Data Warga Belum Terinput

Bisnis Syariah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), KPU Kota Bekasi masih menemukan beberapa warga yang datanya belum terinput sebagai calon pemilih pada Pilgub Jabar dan Pilwakot Bekasi 2018.

Di antaranya adalah data anggota keluarga Calon Wakil Gubernur Jabar, Ahmad Syaikhu.

Hal itu terungkap saat Petugas Pinitia Pemilhan Kecamatan (PPK) Pondok Gede melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) ke kediaman pria yang masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi itu, di Perumahan Jakapermai, Jakasanpurna, Bekasi Barat, Sabtu (20/1).

Pada proses coklit data peserta pemilih oleh petugas, ditemukan adanya kesalahan data dan kekurangan nama anggota keluarga, di lembar data pencoblosan TPS 60 Jatimakmur, Pondok Gede Bekasi. Dalam lembaran data tersebut, hanya tercantum nama Syaikhu dan istri. Sedangkan, anaknya tidak masuk ke dalam data peserta pemilih.

“Masih ada kurang data anak saya dan istrinya, kemudian anak saya tolong diinput ulang. Kita berdekatan kediamannya. Saya nomor rumah 33, sedangkan anak saya nomor 35,” kata Syaikhu seraya menyebutkan identitas diri keluarganya yang lain untuk tambahan data kepada petugas PPK.

Ketua PPK Pondok Gede, Fauzi mengatakan, kegiatan coklit serentak ini, untuk mengetahui dan mendata jumlah anggota keluarga yang memiliki hak memilih di TPS terdekat dari domisili peserta pemilih tersebut. Jika terdapat data anggota keluarga yang belum masuk, maka pihaknya akan melakukan kroscek ulang data pemilih.

“Kami datang untuk melaksanakan Coklit untuk mendata jumlah keluarga yang memiliki hak memilih pada pemilihan umum mendatang berpedoman pada data identitas diri calon pemilih. Pemutakhiran dan pencocokan ini satu tahapan sehingga nanti menjadi daftar pemilih tetap (DPT),” katanya.

Sementara itu, Komisioner dan Sekjen KPU RI, Ilham Syaputra dan Arief Rahman Hakim, serta para Komisioner KPU Kota Bekasi yang juga datang mengunjungi kediaman Syaikhu mengungkapkan, pelaksanaan Coklit dilakukan oleh PPK Pondok Gede dan Bekasi Barat terhadap Cawagub yang diusung PKS, PAN, dan Gerindra tersebut, karena Syaikhu juga memiliki tempat tinggal di kedua wilayah itu.

Sebelumnya, kader PKS tersebut tinggal di rumah pribadinya di Kelurahan Jatimakmur, Pondok Gede. Namun semenjak menjabat sebgai Wakil Wali Kota Bekasi, dia menempati rumah dinas di Jakapermai, Bekasi Barat.

“Tadi sebelum kesini kami juga dari kediaman Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi,  untuk melihat pelaksanaan coklit. Khusus kepada kedua kepala daerah Kota Bekasi, sejauh ini lancar dan pihaknya pun akan melakukan kroscek lebih baik lagi sesuai dengan KTP atau surat keterangan yang dimiliki calon pemilih,” ungkap Ilham.

Ilhan juga mengungkapkab, bagi rumah warga yang telah dikunjungi oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), maka petugas tersebut akan menempel stiker tanda coklit.[zulfahmi/wid]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *