Home / Daerah / Sumsel Syariah / Saksikan Festival Iklim 2018 Di Gedung Manggala Wanabakti

Saksikan Festival Iklim 2018 Di Gedung Manggala Wanabakti

Bisnis Syariah Jangan lewatkan! Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) akan menyelenggarakan Festival Iklim 2018 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, 16-17 Januari.

Festival yang mengangkat tema “Tiga Tahun Capaian Pengendalian Perubahan Iklim” diisi dengan kegiatan antara lain launching produk dan Rencana Penyusunan Kebijakan Strategis Pengendalian Perubahan Iklim, workshop,seminar; dialog iklim dengan anak sekolah dan pameran.

Dirjen  Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, Nur Masripatin kepada pers di Jakarta kemarin mengatakan,  target utama Festival Iklim 2018 ini adalah mengomunikasikan capaian tiga tahun KLHK setelah mendapat mandat pengendalian perubahan iklim.

Selain itu, menggalang partisipasi dari semua pihak melalui Nationally Determined Contribution (NDC).

“NDC adalah dokumen komitmen negara pihak pasca 2020, berisi kerangka transparansi, stok global, serta fasilitasi dan pemenuhannya,” kata Nur dalam siaran pers yang diterima hari ini, Rabu (10/1).

Acara utama dalam even ini adalah launching produk berupa buku dan peraturan, diskusi paralel tentang capaian NDC, juga ada dialog dengan para pihak serta membahas mekanisme pendanaan, serta pameran.

“Untuk pameran, dari 27 booth yang disiapkan panitia, sudah mendaftar 40 peserta dari aktifis, LSM dan para pihak. Juga sampai hari ini sudah 200 peserta yang mendaftar untuk terlibat dalam event tersebut”, jelas Nur.

Target yang terkait langsung dengan KLHK meliputi dua sektor, kehutanan dan limbah.

Untuk kehutanan dilakukan melalui empat upaya yaitu pengurangan deforestasi, prinsip pengelolaan berkelanjutan (sustainability), rehabilitasi gambut, dan rehabilitasi lahan terdegradasi.

Sementara sektor limbah dilakukan melalui  prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle), dan pengurangan limbah cair dan domestik sebasar 40%.

Lima Kementerian sektor terkait dengan mitigasi perubahan iklim, yaitu Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian telah berproses menuju pencapaian target NDC.

Demikian juga untuk aspek adaptasi perubahan iklim Kementerian/Lembaga terkait juga sudah menyiapkan dirinya masing-masing maencapai target NDC yang ditetapkan.

Kementerian LHK sebagai National Focal Point (NFP) sudah menyusun 9 Strategi Implementasi NDC dan menyiapkan berbagai perangkatnya.

Menurut dia, Indonesia telah menindaklanjuti hasil Paris Agreement dengan meratifikasi perjanjian ini dengan UU No.16/2016 tentang Pengesahan paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim).

Dalam waktu hampir bersamaan Indonesia juga telah menyampaian komitmen nasional dalam Indonesia’s NDC untuk mengurangi emisi sebesar 29% dari Business as Usual dengan upaya sendiri dan sampai 41% dengan bantuan internasional.

Target conditional ini, akan dicapai melalui penurunan emisi GRK sektor kehutanan (17,2%), energi (11%), pertanian (0,32%), industri (0,10%), dan limbah (0,38%). Target ini menempatkan sektor kehutanan, terutama REDD+ dengan peran penting akademisi untuk mencapai target tersebut, dari sisi aksi mitigasi perubahan iklim.

“Festival ini bertujuan penyampaian informasi progres implementasi Paris Agreement (PA) dan NDC ke masyarakat umum,” katanya.

Selain itu juga sebagai sarana untuk bertukar pikiran tentang rencana, agenda dan aksi pengendalian perubahan iklim oleh dan untuk berbagai stakeholder.

Progres ini perlu diketahui publik dan memerlukan pelaksanaan/tindak lanjut oleh Kementerian/Lembaga sesuai mandat masing-masing secara sinergis dengan K/L terkait, serta upaya peningkatan pelibatan Peran Non-Party stakeholders (Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota, swasta, dan civil societies serta masyarakat).

Kalangan pemerintah propinsi/kabupaten/kota, swasta, akademisi, peneliti dan NGO serta masyarakat luas perlu diketahui oleh publik apa yang menjadi peran mereka dalam meraih target NDC, serta best practices yang mereka punyai.

“Hal-hal inilah yang mendorong dilaksanakannya kegiatan ini,” kata Nur. [ida]