Home / Ekonomi / Bos BTN: Tahun Ini, Daya Beli Masyarakat Untuk Punya Rumah Tinggi

Bos BTN: Tahun Ini, Daya Beli Masyarakat Untuk Punya Rumah Tinggi

Bisnis Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) 2017. Pameran perumahan tahunan ini sekaligus menyambut HUT BTN ke-68.

Direktur Utama Bank BTN Maryono membeberkan salah satu target digelarnya pameran yang menghadirkan 868 proyek perumahan ini mampu mencetak kredit baru senilai Rp 5 triliun.

“Bisnis properti tahun ini positif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Kita optimis daya beli masyarakat untuk memiliki rumah juga tinggi,” kata Maryono saat membuka IPEX 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2).

Maryono menjelaskan saat ini angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit. Sehingga BTN optimis mencapai target di IPEX 2018. Di acara yang berlangsung selama  satu pekan ini, BTB menawarkan berbagai promosi menarik. Untuk skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi.

Emiten bersandi saham BBTN ini juga memberikan promo suku bunga subsidi pengembang sebesar 4,68% fixed 1 tahun. Bank BTN juga menyediakan fasilitas uang muka ringan mulai dari 5% untuk KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Non-Subsidi.

Berbagai promosi menarik yang juga bisa dinikmati pengunjung dari pameran tahunan ini yakni bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, dan diskon asuransi jiwa.

Masyarakat juga bisa membeli rumah yang ditawarkan dalam ajang ini menggunakan skema KPR Subsidi dengan bunga hanya sebesar 5% fixed selama jangka waktu kredit, uang muka mulai 1%, diskon biaya provisi sebesar 50%, da bebas biaya untuk laporan pemeriksaan akhir.

Maryono melanjutkan, dalam IPEX 2018, perseroan juga meluncurkan produk KPR Zero untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki rumah. Melalui produk yang merupakan rebranding dari KPR Easy Payment tersebut, debitur hanya membayar cicilan bunga KPR dengan grace period pokok selama 2 tahun. KPR Zero juga menawarkan pembebasan pembayaran beban pokok.

“Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau,” demikian Maryono. [san]