Home / Ragam / Pemerintah Belum Serius Dorong Minat Baca Masyarakat

Pemerintah Belum Serius Dorong Minat Baca Masyarakat

Bisnis Syariah Komisi X DPR RI meminta pemerintah serius dalam mendorong minat baca masyarakat. Sebab, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah bahkan memprihatinkan.

“Taman Baca Masyarakat (TBM) sangat penting, keberadaan TBM di tengah-tengah masyarakat menjadi upaya untuk mempermudah akses terhadap buku bagi masyarakat. Tetapi yang kami temukan, TBM yang didirikan Kemendikbud tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai, baik dari buku, rak dan fasilitas lainnya,” jelas Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih di Jakarta, Kamis (8/2).

Menurutnya, pemerintah perlu serius dalam mengatasi rendahnya minat baca masyarakat. Di antaranya adalah dengan penguatan TBM dan juga perpustakaan-perpustakaan, mengingat sarana tersebut menjadi ujung tombak bagi akses masyarakat terhadap buku.

Selain sarana prasarana, persoalan terkait sumber daya manusia (SDM) dalam bidang tersebut juga masih dibayangi masalah. Pasalnya, saat ini porsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengenai jabatan fungsional termasuk bagi pustakawan belum memadai dengan kebutuhan, karena berdasarkan Permenristekdikti Nomor 49/2015 level mereka hanya sampai pada madya.

“Pustakawan yang sebelumnya sudah menjadi pustakawan utama, harus turun levelnya. Bahkan tunjangannya pun harus dikembalikan,” ujar Abdul Fikri.

Lanjutnya, perlu koordinasi antar kementerian dan lembaga yakni Perpusnas, Kemendikbud, Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri untuk membuat skema penguatan akses baca kepada masyarakat.

“Dengan koordinasi lintas kementerian tersebut, saya berharap upaya menumbuhkan minat baca masyarakat dapat lebih serius tergarap dan angkat literasi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dalam beberapa tahun ke depan,” demikian Abdul Fikri. [wah]