Home / Ragam / Ridwan Kamil Penuhi Janji Kampanye Hadirkan LRT Di Bandung

Ridwan Kamil Penuhi Janji Kampanye Hadirkan LRT Di Bandung

Bisnis Syariah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir dalam acara pencanganan proyek metro kapsul di Jalan Dalemkaum, Senin siang (12/2). Lampu hijau proyek LRT menjadi bukti tercapainya janji kampanye Ridwan Kamil untuk menghadirkan transportasi massal moderen.

“Hari ini ada mimpi besar yang akan dimulai, mimpi yang ke puluhan tahun sejak zaman kemerdekaan hanya bisa dimimpi-mimpikan alhamdulillah hari ini akan segera kita mulai,” ujar Kang Emil.

Proyek LRT Bandung akan dimulai di titik koridor III sepanjang 8,5 kilometer yang akan melintas di Stasiun Hall, Pasar Baru, Alun-alun, ITC/Abdul Muis, Pasar Ancol/Unla, Buahbatu, Palasari, Papandayan, Pasar Kosambi, Veteran dan Viaduct.

“Tahap I 8,5 kilometer ini mungkin akan memakan waktu 1,5 tahun. Jadi mungkin secara resmi akan diresmikan wali kota berikutnya. Biarkan sejarah mencatat pemerintah saat ini yang melahirkan dan mencari upaya dari posisi yang mahal dan tidak mungkin menjadi mungkin atas segala doa dan upaya,” jelas Kang Emil.

Dia mengatakan, butuh proses panjang untuk merealisasikan proyek LRT. Namun, atas keinginan kuat serta dorongan doa dari warga Bandung, mimpi itu akhirnya akan terwujud dalam waktu dekat.

“Hari ini adalah hari yang di mana cita-cita besar yang ingin kita hadirkan akhirnya bisa terwujud. Dulu kami bercita-cita ingin melahirkan perubahan-perubahan agar Bandung makin enak, Bandung jauh dari korupsi, anak-anak kita bahagia agar orang tua orang tua kita ada yang mengurusi dan lain sebagainya. Jadi pada saat cita-cita itu terkabul pasti ada rasa haru,” jelasnya.

Kang Emil menjelaskan, pembangunan LRT itu bakal dikerjakan dan didanai sepenuhnya oleh PT PP Infrastruktur dengan sistem kerja sama bangun guna serah atau build operate and transfer (BOT). Nilai investasinya senilai Rp. 1,4 triliun untuk koridor III sepanjang 8,5 kilometer.
“Sumber dana dari investasi PT PP 100 persen. Kerja samanya dikelola oleh swasta gak pakai ABPN dan APBD,” ucapnya.

Menariknya, proyek itu dikerjakan oleh insinyur-insinyur lokal asal Bandung dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 98 persen. Itu artinya, seluruh proyek LRT tercipta dari buah pikir dan tangan warga lokal. Karena itu harganya pun berkali lipat lebih murah dari proyek LRT pada umumnya.

“Ini juga didiskon yang tadinya Rp. 500 miliar per kilometer sekarang hanya Rp. 150 miliar per kilometer. Ini teknologi hebat ‘pangmurahna’ buatan anak bangsa di desain di tempat yang Allah berkah ini yang Allah ciptakan sedang tersenyum, di kota Bandung,” tandasnya.[dem]