Home / Ragam / Reorientasi Mental Perjuangan, KAHMI Luncurkan Program Wirausaha

Reorientasi Mental Perjuangan, KAHMI Luncurkan Program Wirausaha

Bisnis Syariah Presidium KAHMI Kamrussamad berkomitmen mendorong adanya perubahan mainset dari political oriented menjadi entrepreneur oriented.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah tidak jamannya lagi untuk selalu berpikiran dan mengambil peran di politik. Saat ini pihaknya akan mengedepankan aspek kewirausahaan.

“Sesuai dengan janji saya. Yaitu saya akan reorientasi mental KAHMI dari pencari lapangan kerja menjadi pencipta lapangan kerja ,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (12/3).

Untuk itu, KAHMI meluncurkan sebuah program inspiratif bernama ‘KAHMIPreneur’ untuk melatih, mentoring, membuka akses permodalan, akses pemasaran, akses teknologi digital dan akses manajemen modern agar bisnis alumni HMI bisa tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan kemandirian ekonomi umat.

Kamrussamad yang juga Pengurus Kadin Indonesia menegaskan bahwa membangun kemandirian ekonomi umat menjadi salah satu tantangan terbesar bagi KAHMI.

“Tantangan hari ini dan ke depan bagi generasi muda adalah mengambil peranan pembangunan wirausaha sebagai wujud perubahan mindset alumni HMI,” katanya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang. Angka ini turun 1,19 juta orang dari sebelumnya pada Maret 2017 sebesar 27,77 juta.

Sedangkan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja ini bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus tahun sebelumnya yang sebanyak 125,44 juta orang.

Adapun jika dihitung, angka pengangguran pada Agustus 2017  meningkat sekitar 10.000 orang jika dari total angkatan kerja pada Agustus 2016 yang mencapai 125,44 juta orang. Meski demikian, secara persentase angka tingkat pengangguran turun di mana pada Agustus tahun lalu 5,61 persen, dan pada Agustus 2017 menjadi 5,50 persen.

Jika dihitung lebih rinci lagi, pengangguran pada Agustus 2016 dari total angkatan kerja yang mencapai 125,44 juta orang, angka penganggurannya 5,61 persen atau 7,03 juta orang. Sedangkan pada Agustus 2017 jumlah angkatan kerja 128,06 juta dengan pengangguran 5,50 persen atau 7,04 juta orang.

Jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 192,08 juta orang, di mana 128,06 juta orang merupakan angkatan kerja dan yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang atau 7,04 juta orang pengangguran.

Karenanya, pihaknya akan melakukan pelatihan wirausaha yang melibatkan para alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI, sedangkan untuk melihat keberhasilannya, Kamarussamad juga akan memberikan KAHMI enterpreneur award.

“Tidak hanya itu, kita juga akan sinergikan dengan perbankan yaitu untuk permodalan, kami juga akan mengambil langkah pemasaran sehingga produk mereka juga bisa kompetitif di pasaran,” tukasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menjembatani dengan pemerintah, sehingga hasilnya tidak hanya dipasarkan di Indonesia bisa juga dikirim ke luar negeri. [ian]