Home / Ragam / Universitas Yarsi MoU Dengan Empat Institusi Lintas Negara

Universitas Yarsi MoU Dengan Empat Institusi Lintas Negara

Bisnis Syariah Universitas Yarsi menjalin kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat institusi dalam dan luar negeri. MoU dijalin dengan Perdana University (Malaysia), Institut Pertanian Bogor, Keluarga Gama Mandiri (KGM) (Kewirausahawan), serta Association Medical Bio Informatics Singapore (AMBIS).

MoU dilakukan Rektor Universitas Yarsi Prof. Susi Endrini  disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan YARSI, Prof. Jurnalis Uddin (14/4) dengan empat institusi tersebut bertepatan dengan wisuda TA 2017/2018, di Auditorium Ar-Rahman, Universitas Yarsi Jakarta, Sabtu (14/4).

Empat institusi lintas negara ini sepakat menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta kewirausahawan dengan Universitas Yarsi untuk lima tahun ke depan.

Rektor Yasri Prof. Susi Endrini mengatakan, MoU selaras dengan visi Universitas Yarsi untuk menjadi perguruan tinggi yang mampu bersaing di ranah nasional maupun internasional dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui penelitian yang dapat menghantarkan Universitas Yarsi menjadi kelompok 500 Perguruan Tinggi terbaik dunia.

“Sebagai perguruan tinggi yang fokus di bidang penelitian, Universitas Yarsi punya peran aktif dalam menunjang kebutuhan riset di Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (16/4).

Dengan adanya kesepakatan ini, lanjut Susi Endrini, maka akan semakin terbuka kesempatan untuk mengadakan kerjasama riset dan publikasi ilmiah dengan empat institusi tersebut. Selain itu, sangat terbuka kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa dan dosen, dan kerjasama dalam program pengajaran.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Yarsi Prof. Jurnalis Uddin berharap MoU ini akan menjadi titik awal untuk jalinan dan kepercayaan yang kuat bagi Perdana University dan AMBIS Singapore serta bisa menjadi media efektif dan produktif bagi para mahasiswa untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, diharapkan hal ini akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya.

Jurnalis menjelaskan bahwa kerjasama dengan KGM dalam pengembangan kewirausahawan di kalangan civitas akademika sangat diharapkan bisa menjadi mentor yang efektif untuk menciptakan start up-start up muda dari kalangan kampus sehingga setelah menjadi sarjana tidak lagi menjadi beban negara dari kalangan intelektual tetapi mampu menawarkan solusi bagi masalah bangsa, khususnya pemecahan problem pengangguran dan ketimpangan ekonomi masyarakat.

“Yayasan akan support penuh kepada penelitian dan pengembangan bidang apa saja yang dilakukan mahasiswa sepanjang berdampak kepada perubahan dan kemajuan yang lebih produktif. Bahkan saya minta setiap mahasiswa harus mampu membuat proposal agar mereka dipacu lebih kreatif dan inovatif menampilkan ide atau gagasan-gagasan baru,” ungkapnya.

Jurnalis menyebut untuk mendukung penciptaan kreatifitas dan inovasi mahasiswa, yayasan tak akan pelit untuk membiayainya karena dana hibah yang didapatkan tidak terbatas. Maka dengan diadakannya kerjasama dengan berbagai pihak juga akan membuka jalan terbuka bagi Universitas Yarsi untuk mewujudkan cita-cita sebagai World Class University.

Wisuda Universitas Yarsi tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah wisudawan/wisudawati 335 sarjana dan 6 magister manajemen. Dengan demikian, Universitas Yasri telah meluluskan 8.718 alumni yang mendarmabaktikan ilmunya di berbagai bidang di seluruh nusantara dan beberapa diantaranya di manca negara.

Universitas Yarsi yang didirikan pada 15 April 1967 mengelola lima fakultas, yakni Kedokteran (Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi), Ekonomi (Manajemen dan Akuntansi), Hukum (Ilmu Hukum), Teknologi Informasi (Teknik Informatika dan Ilmu Perpustakaan), dan Psikologi serta program Pascasarjana Magister Manajemen, Magister Kenotariatan dan Magister Sains Biomedis, dengan total mahasiswa lebih dari 5.000 orang. [rus]