Home / Ragam / Daniel Johan: Tetap Join; Jokowi-Ma’ruf Amin, 35 Ribu Posko Yang Sudah Ada, Langsung Bergerak

Daniel Johan: Tetap Join; Jokowi-Ma’ruf Amin, 35 Ribu Posko Yang Sudah Ada, Langsung Bergerak

Bisnissyariah Jokowi akhirnya memutuskan KH Ma’ruf Amin sebagai bakal cawapres pendampingnya di pertarungan Pemilu 2019. Suhu politik perebutan tiket bakal cawapres pendamping Jokowi yang sebelumnya merembes hingga ke kantor Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) seke­tika adem.

Seperti diketahui, sebelum­nya boleh dibilang ada aksi saling sikut antar pendukung bakal cawapres Jokowi yang berlatar belakang NU mulai memanas. Sabtu (4/8) lalu se­jumlah kiyai menyambangi kantor PBNU. Mereka meminta bos PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan ke Jokowi agar mendapuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menjadi bakal cawapres.

Memang pada pilpres kali ini, selain Cak Imin, setidaknya ada tiga tokoh berdarah nahd­lyin lainnya yang berniat maju menjadi bakal cawapres Jokowi. Mereka adalah; Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, bekas hakim MK Mahfud MD dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

Di atas permukaan memang persaingan keempat tokoh ini tidak nampak, namun di tataran kiyai pendukungnya sebelumnya pertarungannya sudah mulai terasa.

Lantas apa tanggapan PKB setelah Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin? Apakah mereka kecewa dengan pilihan tersebut? Berikut penuturan lengkap Wakil Sekjen PKB Daniel Johan.

Bagaimana tanggapan Anda soal terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin?

Ini adalah kemenangan PKB juga, karena pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berarti tetap Join yang didukung penuh oleh PKB. Sebab Pak Ma’ruf Amin masih merupakan bagian utuh dari PKB. Kiai Ma’ruf adalah Ketua Tim 5 yang dibentuk PBNU un­tuk melahirkan PKB, beliu per­nah menjadi ketua dewan syuro pertama PKB, dan juga sempat menjadi anggota DPR dari PKB sebagai pimpinan komisi VI.

Berarti PKB tidak kecewa dengan dipilihnya Ma’ruf Amin?
Tidak. Karena seperti yang saya katakan tadi, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berarti tetap Join yang didukung penuh oleh PKB. Sebab Pak Ma’ruf Amin masih merupakan bagian utuh dari PKB. Oleh karena itu saya mohon doa dan dukungan dari segenap rakyat Indonesia kepada pasangan ini.

Dengan adanya perubahan ini, apa yang dilakukan relawan Jokowi-Cak Imin selanjutnya?
Relawan Join tetap Jalan, karena ini tetaplah Join (Jokowi-Ma’ruf Amin). Jadi seluruh rela­wan JOIN yang sudah terbangun 35 ribu posko, diminta tetap bergerak dengan semangat me­menangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini

Sebelumnya Rommy menya­takan ada partai pendukung Jokowi yang ditawari oleh po­ros ketiga. Apakah itu PKB?
Enggak paham juga. Tapi kalau tawaran sih dari tahun lalu juga banyak. Namanya kami komunikasi kan. Hanya kan kami teguh di Join, Jokowi-Cak Imin. Sehingga tawaran itu tidak pernah kami respons.

Sebelum ini, sebetulnya PKB pernah berencana keluar dari koalisi pendukung Jokowi enggak sih?
Setahu saya enggak. Karena enggak pernah dibahas, kalau saya pribadi enggak pernah kebayang keluar dari koalisi dengan kubu Pak Jokowi.

Apa saja kesimpulan Muspimnas PKB kemarin?

Ada tiga pandangan yang men­jadi kesimpulan dari Muspimnas kemarin. Pertama adanya keingi­nan yang cukup kuat agar Cak Imin mendampingi Pak Jokowi. Kemudian yang kedua, yang tak kalah kuatnya itu menghendaki Cak Imin menjadi pasangan Gatot Nurmantyo.

Lalu terakhir, menghendaki tetap mendukung Pak Jokowi sebagai capres, siapapun cawapresnya. Itu tiga opsi yang men­jadi kesimpulan Muspimnas, yang diserahkan kepada DPP PKB untuk mengambil langkah terhadap opsi tersebut.

Kenapa bisa tiba-tiba mun­cul nama Gatot Nurmantyo?

Saya enggak tahu detailnya kenapa bisa begitu. Yang jelas DPW bersikeras, kalau enggak Join ya Gatot. Gatot sebagai cawapres, sementara Cak Imin cawapresnya.