Home / Ekonomi / PLTA Batang Toru Akan Pacu Dunia Usaha Di Sumatera ‎

PLTA Batang Toru Akan Pacu Dunia Usaha Di Sumatera ‎

Bisnissyariah Investasi pembangunan pembangkit energi terbarukan akan memasok sumber energi listrik bagi pembangunan wilayah dan pengembangan investasi regional.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Megawatt di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebagai bagian integral dari Proyek Strategis Nasional 35 ribu MW diharapkan bisa memacu realisasi investasi di Sumut dan  Sumatera.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firmandez kepada wartawan di Jakarta, mengatakan, PLTA Batang Toru akan meningkatkan pasokan listrik yang sangat dibutuhkan dunia usaha di Sumatera selama ini.

Jaminan pasokan listrik akan membuat sektor riil bergairah sehingga investasi pun bisa meningkat dan perekonomian daerah akan tumbuh lebih cepat lagi.

“Perekonomian akan tumbuh positif. Tidak hanya di Sumut dan Aceh, bila proyek ini sudah selesai, saya optimistis investasi di Pulau Sumatera pun akan tumbuh,” kata Firmandez, yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh.

Melihat besarnya kapasitas listrik yang diproduksi, Firmandez yakin PLTA Batang Toru memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Sumatera. Sebab, kata dia, persoalan utama sektor usaha di Sumatera disebabkan krisis listrik. Sementara investasi tidak bisa dipisahkan dengan‎ ketersediaan energi.

“Investasi itu berbanding lurus dengan kesiapan kemandirian energi.‎ Dengan sistem interkoneksi antarprovinsi seperti sekarang ini, saya‎ yakin PLTA ini sangat membantu mempercepat investasi di Sumatera,” kata anggota Komisi VI DPR ini.

PLTA Batang Toru merupakan pembangkit energi terbarukan yang ditargetkan beroperasi tahun 2022. Pembangkit berteknologi canggih ini didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektare (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian untuk menampung air.

Air kolam harian tersebut akan dicurahkan melalui terowongan bawah tanah menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW. PLTA Batang Toru sangat efisien dalam penggunaan lahan, terutama jika dibandingkan dengan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat yang membutuhkan lahan penampung air seluas 8.300 Ha untuk membangkitkan tenaga listrik berkapasitas 158 MW. [wid]