Home / Ragam / 51 Siswa Berkebutuhan Khusus LSBA Sukses Tampilkan Drama Musikal

51 Siswa Berkebutuhan Khusus LSBA Sukses Tampilkan Drama Musikal

Bisnissyariah London School Beyond Academy (LSBA) menggelar pertunjukan drama musikal di Prof. Djajusman Auditorium and Performance Hall, London School of Public Relations (LSPR)-Jakarta, Sabtu (15/9).

Dalam pertunjukan ini, sebanyak 51 anak berkebutuhan khusus, yang saat ini sedang belajar di Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan LSBA berlatih selama enam minggu untuk tampil dalam drama musikal ini.

Mereka dilatih oleh salah satu dosen LSPR yang mengajar Performing Arts of Communication sekaligus Dean of Campus B, LSPR, Mikhael Y. Cobis. Siswa-siswi ini tak hanya belajar berakting, namun juga belajar membaca naskah dengan intonasi serta menari.

Kepala LSBA Chrisdina menjelaskan bahwa kesulitan anak berkebutuhan khusus dalam berkomunikasi dan berekspresi terbukti tidak membuat semangat mereka padam saat harus melewati proses pertunjukkan ini.

“Memang tidak bisa sama dengan individu pada umumnya, namun kami melihat mereka berusaha tampil semaksimal mungkin ketika harus tampil di atas panggung,” ujar Chrisdina, yang turut menulis naskah cerita drama musikal ini.

Dalam pertunjukan ini, mereka menampilkan cerita “Lima Sekawan”. Diceritakan bahwa kepindahan Gusti, Bunga dan Bintang ke suatu tempat ternyata membawa petualangan baru.

Mereka dipertemukan dengan Lala dan Iqbal. Mereka selalu bersama dan bersatu melewati pengalaman seru saat field trip sekolah.

Lima sekawan ini dikisahkan berjuang bersama menyelamatkan Garin, teman sekolah yang awalnya bermusuhan dan berakhir menjadi sahabat dalam acara tersebut.

Inti dari cerita ini, perbedaan ternyata tidak menjadikan mereka bermusuhan, justru saling melengkapi satu dengan lainnya.

LSBA adalah sebuah lembaga pendidikan dan ketrampilan untuk siswa-siswi berkebutuhan khusus, yang telah menyelesaikan sekolah menengah atas.

Selama tiga tahun masa belajarnya, para siswa LSBA belajar berbagai ketrampilan, yang ke depannya diharapkan dapat menjadi modal masa depan mereka. Mereka belajar fotografi, desain, belajar tentang warna hingga seni mencetak atau sablon. [ian]