Home / Ekonomi / Sumur Tradisional Bojonegoro Berpotensi Menambah Lifting Minyak Nasional

Sumur Tradisional Bojonegoro Berpotensi Menambah Lifting Minyak Nasional

Bisnissyariah Kawasan wisata Geoheritage Teksas Wonocolo, Jawa Timur terdapat sumur minyak yang masih dikelola secara tradisional dan dapat berpotensi menambah lifting minyak secara nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VII Ridwan Hisjam saat mengunjungi kawasan tersebut, Senin (8/10).

“Pertamina EP dan SKK Migas sebaiknya mengutamakan konsep pengelolaan sumur tua yang melibatkan masyarakat melalui kelompok terdekat di masyarakat yaitu KUD,” ujar Ridwan.

Menurut legislator Partai Golkar ini, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bisa mengelola dengan baik jika bekerja sama atau melibatkan partisipasi dengan masyarakat setempat sebagai penambang yang bekerja mengangkat minyak bumi.

“Sumur yang berada di dalam lahan masyarakat, maka pengelolaannya harus melibatkan BUMD, apalagi kalau sumur minyaknya memakai tanah kas desa atau tanah perhutani,” bebernya.

Hal itu disampaikan karena, menurutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD. Pihaknya mengusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD.

“Pemerintah dalam hal ini Pertamina EP dan SKK Migas harus memberi pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kekayaan alam ini milik negara dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kunjungan itu, Ridwan didampingi oleh perwakilan SKK Migas, Ditjen Migas , Direktur Hulu PT Pertamina, PT Pertamina EP Asset 4 dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro.

“Diharapkan dengan adanya pembagian pengelolaan sumur tua antara BUMD dan KUD ini salah satunya untuk menghilangkan ilegal driling, dan mampu mendorong peningkatan jumlah lifting minyak,” demikian Ridwan Hisjam. [jto]