Home / Nasional / Bangun Branding Baru, Bisa Dongkrak Sektor Wisata di Demak

Bangun Branding Baru, Bisa Dongkrak Sektor Wisata di Demak

Bangun Branding Baru, Bisa Dongkrak Sektor Wisata di Demak
Bupati Demak Muhammad Natsir (berpeci hitam) sedang berdiskusi dengan pegiat wisata milenial, Satiti Handini Hermawan tentang strategi pengembangan potensi wisata dan pengusaha UMKM.

Jakarta, Bisnis Syariah – Pegiat wisata Demak, Satiti Handini Hermawan mengusulkan agar pemerintah daerah Kabupaten Demak, Jawa Tengah berani memperkenalkan wisata milenial Demak ke berbagai penjuru dunia. Era milenial saat ini perlu dibidik juga. Sebab, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang baik di Eropa dan Asia banyak melahirkan anak-anak millenial berpenghasilan tinggi yang ujung-ujungnya gemar melaksanakan perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Indonesia.

“Nah yang begini harus ditangkap juga. Kalo tidak salah, wisata religi Demak sudah punya branding tersendiri ya. Bagaimana ada satu branding lagi untuk menjaring anak-anak milienial luar negeri sehingga bisa tertarik mengunjungi Demak ini,” ujar Satiti Handini Hermawan ketika menghadiri Pentas Duta Seni Demak di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu siang, (25/11/2018).

Ia berharap dengan gencarnya penetrasi membangun branding yang baru tersebut kepada millenial luar negeri, maka bisa membantu menumbuhkan destinasi-destinasi wisata baru, yang sungguh sangat sayang untuk dilewatkan.

“Di setiap desa di Demak mempunyai potensi yang sangat menarik, di samping seni budaya serta sejarah tentunya. Seperti ada sentra kerajinan rebana, tenun dan batik. Lalu bisa melihat eksotika hutan mangrove di Bedono, ada penangkaran kerang hijau yang mana kita bisa mengambil kerang itu langsung dari laut di Morosari. Lalu ada desa wisata Belimbing, Jambu, Kelengkeng di Bethokan. Kemudian ada eduwisata burung hantu di Telogoweru. Rumah edukasi hutan Mangrove. Lalu ada batik di Karangmelati, ada rumah industri kerajinan perak di Mijen, pantai Istambul, sentra olahan Belimbing dan hasil laut, serta pengasapan ikan. Sebenarnya masih banyak lagi. Yang pasti Demak kaya seni budaya dan sejarah Islam yang tinggi,” pungkas wanita dikenal baik dan ramah yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini lagi.

Lantas bagaimana dengan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Demak terhadap pengembangan potensi pariwisata itu sendiri, dengan lugas ia menjawab, “Alhamdulillah, kami sangat didukung oleh pemerintah. Ayo bareng-bareng membangun Demak dari berbagai sektor. Ayo ke Demak, kita kenali kekayaan negeri ini dari kota kebangkitan sejarah Islam. Semoga Allah memudahkan segala langkah dan niat baik ini”. (miftahurrahmat/bs1)