Home / Ragam / Indonesia Hanya Andalkan Lima Alat Pendeteksi Tsunami Milik Asing

Indonesia Hanya Andalkan Lima Alat Pendeteksi Tsunami Milik Asing

Bisnissyariah Sejak tahun 2012, slat pendeteksi tsunami atau Bouy yang dimiliki Indonesia sudah tidak berfungsi dengan baik.

Padahal, Indonesia memiliki sebanyak 22 Bouy yang mulai dimiliki sejak tahun 2008. Dimana, 8 unit Bouy berasal dari dalam negeri, 10 unit berasal dari Jerman, 1 unit dari Malaysia dan 2 unit dari Amerika Serikat.

“Sejak 2012 sudah tidak beroperasi, kerusakan akibat vandalisme, dan terbatasnya biaya pemeliharaan dan operasi menyebabkan Buoy tsunami tidak berfungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, di Kawasan Pramuka, Jakarta Utara, Rabu (26/12).

Saat ini, Indonesia masih mengandalkan lima Bouy tsunami milik internasional. Namun, kelima Bouy tersebut berada jauh dari perairan Indonesia.

“Satu unit di barat Aceh (milik India), satu unit di Laut Andaman (milik Thailand, dua unit di selatan Sumba dekat Australia (milik Australia) dan satu unit di utara Papua (milik USA),” ujar Sutopo.

Dikatakan Sutopo, Bouy dari Amerika Serikat berharga sekitar Rp 7,8 miliar. Sementara jika merakit sendiri, satu unit sekitar Rp 4 miliar.

“Kita butuhkan 25 unit untuk seluruh Indonesia itu bisa saja, sebenarnya tidak terlalu besar untuk mengawal seluruh wilayah perairan di Indonesia,” ungkap Sutopo.

Ditambahkan Sutopo, semakin banyak Bouy yang dimiliki Indonesia maka akan semakin baik untuk mendukung dan memperkuat peringatan dini bencana tsunami. [lov]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *