Home / Ragam / 2 Walikota Dan 1 Wakil Di Banten Dilarang Kunker Ke Luar Negeri, Alasannya Biaya Kemahalan

2 Walikota Dan 1 Wakil Di Banten Dilarang Kunker Ke Luar Negeri, Alasannya Biaya Kemahalan

Bisnissyariah Besarnya biaya keberangkatan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany ke Amerika Serikat untuk menghadiri forum UKM di Amerika Serikat selama empat hari, menjadi salah satu alasan pertimbangan pemerintah pusat dan Provinsi Banten tidak menyetujui keberangkatannya.

Begitupun dengan alasan larangan Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah ke Singapura dan Wakil Walikota Tangsel Beyamin Davnie ke Brisbane, Australia, lantaran biaya yang dipakai cukup besar.

Sumber di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel seperti dilansir dari RMOL Banten mengatakan, rencana anggaran Walikota Tangsel Airin Rachmy Diani menghadiri undangan ke Amerika sebesar Rp 350 juta.

“Iya biayanya dari APBD tahun ini. Bu Airin ke Amerika tidak sendiri, ada ajudan dan penerjemah,” kata sumber tersebut, Selasa (25/6).

Dia mengungkapkan, selain untuk uang saku Airin, angaran ratusan juta tersebut digunakan untuk biaya akomodasi menginap di hotel dan ongkos naik pesawat.

“Semua akomodasi yang direncanakan dari hotel sampai maskapai penerbangan sudah sesuai dengan standar,” ujarnya.

Sementara itu, biaya untuk Wakil Walikota Tangsel, Beyamin Davnie ke Brisbane, Australia lebih kecil dari Airin.

“Kalau Pak Wakil yang kunker ke Brisbane hanya Rp 250 juta. Itu juga untuk biaya akomodasi sesuai standar wakil kepala daerah. Pak Wakil juga ke sana membawa ajudan dan penerjemah,” ujarnya.

Terkait tidak mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur Banten Wahidin Halim, diakui pegawai Pemkot Tangsel yang sudah mengabdi selama 15 tahun ini telah diterimanya beberapa hari lalu.

“Surat larangan keberangkatan Bu Wali dan Pak Wakil sudah diterima oleh kami (Pemkot Tangsel), dan kami tentunya tidak bisa membantah,” ujarnya.

Sementera itu, sumber yang lain mengatakan, biaya Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah ke Singapura bersama dengan ajudan sebesar Rp 220 juta.

“Iya kisaran segitu (Rp 220 juta). Dan surat tidak (berangkat) dari Pemprov Banten agar keberangkatan Pak Arief ke Singapura, sudah kami terima,” ujarnya.

Airin sedianya berada di Amerika Serikat dari 25 sampai 28 Juni. Kehadirnya disana untuk menghadiri undangan acara Council FEO Small Bussines atau Forum UKM Internasional.

Sedangkan, Benyamin dijadwalkan menghadiri undangan Office of the Lord Mayor Brisbane tentang The Asia Pasific Cities Summit and Mayors Forum (2019 APCS) pada tanggal 7 sampai 10 Juli lalu.

Sementara iru, Arief juga tidak mendapatkan persetujuan kunker untuk menghadiri Invation to Singapore Technical Deep Dive (TDD) Program on Sustatainbel Urban Planinning and Management di Singapore pada tanggal 17 sampai 21 Juni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *