Home / BS / Sosialisasi Haji Dan Advokasi / Pesan Buat Jemaah Haji Gelombang Kedua, Kemenag : Tolong Kenakan Ihram Sejak di Bandara Embarkasi

Pesan Buat Jemaah Haji Gelombang Kedua, Kemenag : Tolong Kenakan Ihram Sejak di Bandara Embarkasi

Pesan Buat Jemaah Haji Gelombang Kedua, Kemenag : Tolong Kenakan Ihram Sejak di Bandara Embarkasi
Setba di Jeddah, Saudi Arabia, jemaah yang sudah berihram sejak dari embarkasi keberangkatan tanah air sedang bersiap-siap menuju Mekkah.

Jakarta, Bisnis Syariah – Direktur Bina Haji, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Khoirizi H Dasir mengingatkan, kepada jemaah haji keberangkatan gelombang kedua, untuk mengenakan pakaian ihram, sejak di bandara embarkasi tanah air.

“Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran, yang isinya meminta seluruh jemaah haji yang berangkat pada fase gelombang kedua ini, agar mengenakan pakaian ihram, sejak berangkat dari bandara embarkasi. Jadi, hendaknya saat keluar dari asrama haji menuju bandara, itu sudah berpakaian ihram. Tolong diingatkan dan diperhatikan betul oleh petugas, baik yang ada di asrama haji maupun yang ada diembarkasi keberangkatan. Jangan sampai ada jemaah yang belum berihram. Atau sudah berihram, tapi di dalamnya masih  pakai celana pendek. Pastikan betul hanya 2 lembar kain ihram yang membungkus tubuh jemaah. Tidak ada yang lain,” pinta Khoirizi ketika ditemui Bisnis Syariah di Jakarta, Kamis pagi, (18/07/2019).

Dalam kesempatan itu, ia kembali menyampaikan, supaya jemaah haji keberangkatan gelombang kedua, jangan lupa melakukan niat (ihram), saat melewati Yalamlam. “Apabila ada sebagian jemaah yang merasa kedinginan saat take off, tidak ada masalah, ketika ingin menggunakan tutup kepala. Juga kalau ingin menggunakan jaket, juga tak apa apa, selama mereka belum berniat. Tapi, kalau mereka sudah melewati miqot di Yalamlam, sudah niat ihram, maka itu tidak boleh. Itu dilarang, kalau sudah mau masuk Yalamlam, segera tanggalkan topi, selendang atau jaket untuk persiapan berniat umrah. Dan laksanakan larangan-larangan ihram yang telah disampaikan oleh pembimbing ibadah dengan baik,” pungkasnya.

Jarak antara miqot dengan bandara kedatangan, sambung Khoirizi, hanya 15 sampai 20 menit. “Kalau kita hitung titik lokasi Yalamlam itu, ya, sekitar 20 menit menjelang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia,” tutur putra guru mengaji ini kembali. (rahmat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *