Home / BS / Sosialisasi Haji Dan Advokasi / Jamaah Haji Hilang Asal Palembang Belum Ditemukan

Jamaah Haji Hilang Asal Palembang Belum Ditemukan

Jakarta, Bisnis Syariah – Seorang jamaah haji asal Palembang, Sumatera Selatan, Tapsirin (82) hingga proses kedatangan kloter 19 yang merupakan kloter terakhir di embarkasi/debarkasi haji Bandara SMB II kota setempat, Rabu (4/9) belum juga diketahui keberadaan dan kondisinya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel selaku Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Palembang, HM Alfajri Zabidi di Palembang, Kamis, mengatakan ada tiga jamaah lagi yang belum pulang ke Tanah Air, dua orang karena sakit dan satu orang tidak diketahui keberadaannya karena terpisah dari rombongan.

Hingga kedatangan kloter terakhir, ada dua jamaah belum pulang ke Tanah Air karena masih dirawat di Tanah Suci Mekkah, yakni Aminah Sulai Latif asal Bangka Tengah, Babel dan Hoirin Muhammad Qodri asal Musi Banyuasin, Sumsel. Kemudian satu jamaah yang terpisah dari rombongan saat di Muzdalifah yaitu Tapsirin Wajat Ratam dari kloter 11, hingga kini masih terus diupayakan pencarian keberadaannya tanpa batas waktu.

“Kita doakan semoga jamaah yang sakit segera sembuh dan jamaah yang hilang segera ditemukan sehingga mereka bisa cepat pulang ke Tanah Air berkumpul kembali bersama keluarganya,” ujar Alfajri.

Dalam musim haji 2019 ini embarkasi/debarkasi haji Palembang memberangkatkan 8.509 jamaah dengan perincian 7.166 asal Sumsel, 1.248 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Dari jumlah yang berangkat ke Tanah Suci, total jamaah yang telah kembali ke Tanah Air berjumlah 8.494 jamaah, dengan perincian 7.155 asal Sumsel, 1.244 asal Babel, dan 95 petugas kloter.

Ada 12 jemaah yang meninggal di Arab Saudi dengan rincian sembilan asal Sumsel dan tiga orang asal Kepulauan Bangka Belitung.

Tapsirin terpisah dari rombongan saat mabit (bermalam) di Muzdalifah pada 9 Zulhijah pukul 23.00 waktu setempat saat rombongannya akan berangkat dari Muzdalifah ke Mina. Pria berusia 82 tahun itu memohon izin ke toilet dan pamit termasuk kepada istrinya namun setelah ditunggu beberapa waktu tidak kembali. Rombongannya kemudian tetap berangkat tanpa Tapsirin dan memprediksi pria itu ikut rombongan lainnya berangkat ke Mina.

Sementara menurut istri Tapsirin yang telah mendarat di Tanah Air pada 27 Agustus 2019, suaminya dalam kondisi fisik yang sehat dan tak ada rekam medis terdata di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terkait dirinya, artinya Tapsirin belum pernah menggunakan fasilitas kesehatan di KKHI. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *