Home / Ragam / Festival Indonesia 5, Dubes RI Untuk Rusia Targetkan Pengunjung Lebih dari 100. 000 Orang

Festival Indonesia 5, Dubes RI Untuk Rusia Targetkan Pengunjung Lebih dari 100. 000 Orang

Bisnissyariah Indonesia kembali akan menyelenggarakan Festival Indonesia ke-5 di Moskow, Rusia. Ini sekaligus penanda hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang telah terjalin selama 70 tahun.

Festival ini akan didahului dengan forum bisnis yang akan diselenggarakan pada 31 Jili – 2 Agustus 2020. Forum tersebut akan membahas berbagai isu khususnya perdagangan, pariwisata, dan teknologi.

Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Belarus, M Wahid Supriyadi mengatakan festival dimaksudnya untuk meningkatkan peran UMKM dan pelaku usaha Indonesia yang ingin menjual dan memperkenalkan produknya. Sekitar 75 booth akan  digratiskan oleh pihak penyelenggara.

“Sebelum festival akan didahului oleh bisnis forum. Ini bisnis forum ke-3, tanggal 30 Juli,” kata Wahid di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejabon I, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Festival akan dilaksanakan di  Taman Krasnaya Presnya, lokasi yang sama dengan Festival Indonesia ke-4 tahun lalu, dengan luas taman 16,5 hektar.

“Itu difasilitasi gratis oleh kantor Wali Kota Moskow,” terang Wahid.

Wahid berharap para peserta festival ini dapat rutin untuk berpartisipasi setiap tahunnya agar promosi berkesinambungan.

“Tahun lalu ada 8 daerah yang ikut dan yang terbesar adalah DIY, kemudian Jawa Tengah, dan Jakarta. DKI Jakarta selalu ikut dari festival pertama sampai keempat,” ujar Wahid.

Wahd menyebut, tahun lalu bisnis forum dihadiri 700 pengusaha dari Rusia dan Indonesia.

“Ini merupakan suatu peningkatan yang luar biasa dari target 500,” ujar Wahid.

Saat ini, pendaftaran UMKM yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat dilihat di website resmi Kedutaan Besar Indonesia untuk Rusia.

Jika tahun lalu pergelaran tahunan KBRI di Moskow ini didatangi 117.000 pengunjung selama 3 hari, Dubes menargetkan Festival Indonesia ke-5 ini kembali dikunjungi hingga 135.000 orang.

“Yang saya tekankan juga ke daerah untuk menjaring customer nggak bisa kita hanya sekali pameran. Karena ada beberapa daerah yang tahun-tahun sebelumnya produknya satu setengah jam habis. Tapi tahun berikutnya nggak datang lagi,” tutur Wahid.