Home / Ragam / Pelabuhan Panjang Dipilih Jokowi Untuk Luncurkan Ekspor Serentak 9 Pelabuhan

Pelabuhan Panjang Dipilih Jokowi Untuk Luncurkan Ekspor Serentak 9 Pelabuhan

Bisnissyariah  Akhir bulan ini (29/1), Pelabuhan Panjang di Lampung mendapatkan kehormatan terpilih jadi lokasi Presiden Jokowi untuk melepas ekspor secara serentak berbagai komoditi yang berasal dari sembilan pelabuhan di Indonesia.

Kesembilan pelabuhan yang akan serentak melepas kapal pengangkut berbagai komoditas ke berbagai negara adalah pelabuhan di Lampung, Makasar, Medan, Surabaya, Bali, Balikpapan, Soeta, Priok, dan Semarang.

General Manager (GM) PT Pelindo (Persero) II Cabang Panjang, Drajat Sulistyo membenarkan adanya rencana tersebut.

“Setelah panen raya di Lampung, Pak Presiden rencana akan ke tempat kami,” katanya dilansir dari Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (24/1).

Drajat Sulistyo memastikan Pelabuhan Panjang sudah siap untuk melaksanakan hajat Presoden Jokowi.

Akhir tahun lalu, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang sudah mempermudah proses impor-ekspor lewat auto gate system untuk mempercepat pelayanan proses bongkar muat barang ekspor.

Dari pelabuhan yang dikelola PT Pelindo II Cabang Panjang, Kepala Negara akan teleconference dan memencet tombol sebagai tanda pelepasan kapal pengangkut berbagai komoditas ke berbagai negara.

Para pengelola kesembilan pelabuhan kemudian secara serentak bersama Presiden Jokowi memencet tombol sebagai tanda dimulainya ekspor berbagai komunitas dari Indonesia.

Tepat di akhir tahun 2019, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sepakat bersinergi dengan Pelindo sebagai salah satu perusahan BUMN dalam menggenjot ekspor komoditas pertanian.

Menurut SYL, akronim Syahrul Yasin Limpo, dengan adanya sinergitas Kementan dengan Pelindo dapat memacu akselerasi ekspor hingga tiga kali lipat.

SYL menegaskan sasaran sinergi Kementan dengan Pelindo yakni agar pintu-pintu ekspor lebih mudah dilalui.

Artinya, pelabuhan itu lebih terakses dengan baik, bahkan tidak ribet dan tidak berbelit-belit. Sehingga eksportir bisa lebih nyaman untuk melakukan akselerasi-akselerasi ekspor yang dipersiapkan.