Home / Ragam / Berdayakan Penyuluh, Kemenag Nunukan Gelar Manasik Haji Sepanjang Tahun Diperbatasan Negara

Berdayakan Penyuluh, Kemenag Nunukan Gelar Manasik Haji Sepanjang Tahun Diperbatasan Negara

Bisnissyariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan mulai memberdayakan Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, Alumni Petugas Haji, Ormas Islam, IPHI dan Instansi Terkait dalam memberikan bimbingan Manasik Haji kepada jemaah haji.

“Ini merupakan komitmen bersama antara lintas sektoral yang sudah terbangun dalam mensukseskan pembinaan jemaah haji tahun ini melalui program Inovasi Manasik Haji Sepanjang Tahun (MHST) yang terus disinergikan,” kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nunukan Sayid Abdullah melalui pesan singkatnya. Kamis (13/02)

Bertempat dibalai Nikah dan Manasik Haji KUA Sebatik Timur, Sayid menceritakan pelaksanaan acara Manasik Haji Sepanjang Tahun. Para Penyuluh Agama yang merupakan ujung tombak dilapangan dalam pembinaan keagamaan turut andil mentransferkan ilmu agama yang mereka kuasai untuk memberikan pembekalan kepada para jemaah haji yang ada diberada di daerah perbatasan NKRI.

Kabupaten Nunukan, lanjut Sayid, merupakan daerah yang berbatasan dan satu daratan langsung dengan Negara Malaysia. Kegiatan Manasik Haji Sepanjang Tahun kali ini dipusatkan di dua Pulau, yaitu Pulau Nunukan yang diagendakan setiap hari Sabtu dan di Pulau Sebatik diadakan setiap hari Rabu.

“Tahun ini kegiatan manasik haji dilaksanakan di dua pulau yaitu Pulau Nunukan yang diagendakan setiap hari Sabtu dan di Pulau Sebatik diadakan setiap hari Rabu,” jelasnya.

Sayid yang juga pernah bertugas sebagai Petugas Haji Arab Saudi 2018 ini menuturkan bahwa Manasik haji adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya, Manasik haji juga diperlukan guna memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci.

“Urusan manasik ini sangat dan sangat penting bagi calon jamaah haji. Manasik jadi kunci untuk memastikan kualitas ibadah haji seseorang sesuai dengan syarat, rukun dan wajib haji,” ujar Sayid.

Lalu, kata dia, Manasik haji juga sangat menentukan kekhusyukan seseorang dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Karena manasik haji sebagai komponen utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Maka untuk tahun ini inovasi yang dipelopori rekan-rekan FKAPHI manasik haji sepanjang tahun adalah untuk meningkatkan pembinaan ibadah dan berharap ke depan semakin banyak jamaah haji mandiri. Tidak tergantung kepada pembimbing atau pihak lain dalam menjalankan rangkaian ibadah haji,” terang Sayid.

“Semoga kedepan kami tetap Istiqomah untuk melaksanakan kegiatan ini meski kami harus melakukanya di 2 pulau setiap minggunya, semoga tujuan Intinya Manasik Haji Sepanjang Tahun ini dapat tercapai,” sambungnya.

Sebagai informasi kuota reguler jemaah haji Kabupaten Nunukan Tahun 2020 berjumlah 114 tersebar di dua pulau, dan 15 orang berdomisili di Malaysia sebagai TKI.(ha/ha)