- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
- Danantara Ungkap Kualitas Pelayanan Juga Jadi Bagian Parameter Penilaian Kinerja Pimpinan BUMN
- Empati Terhadap Penderitaan Keluarga Korban Krakatau, BAZNAS Beri Penghargaan Kemanusiaan
- Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Ajak Daerah Sukseskan 13 Program Prioritas
- Catat, Inilah Nama-nama 100 Penerima Penghargaan Penggerak Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
- Perkuat Layanan Mustahik, BAZNAS Bangun Tata Kelola Berbasis Sistem
Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP

Jakarta (Bisnis
Syariah.co.id) - BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat
Pertamina (RSPP) sebagai proyek percontohan peningkatan kualitas layanan
kesehatan di bawah pengelolaan Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Transformasi RSPP akan menjadi tahap awal sebelum dilanjutkan ke 38 rumah sakit
lainnya yang dikelola IHC. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan Kepala BP BUMN
sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat bertemu jajaran direksi IHC di
Wisma Danantara, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kepala BP BUMN menekankan
bahwa transformasi RSPP harus dilakukan secara menyeluruh untuk mewujudkan
arahan Presiden RI agar rumah sakit tersebut menjadi Indonesia Hospital dan
kebanggaan nasional. “Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan
tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke
Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Dony,
mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Transformasi RSPP
mencakup peningkatan kualitas pelayanan medis, fasilitas, tenaga profesional,
serta pengalaman pasien. Untuk memperkuat kapasitas layanan, IHC merencanakan
penambahan 40 dokter spesialis dalam dua tahun ke depan dan 70 dokter spesialis
baru pada 2030. Pembaruan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam
mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan rumah sakit.
Baca Lainnya :
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion0
- Danantara Ungkap Kualitas Pelayanan Juga Jadi Bagian Parameter Penilaian Kinerja Pimpinan BUMN0
- BP BUMN : Moto GP Mempengaruhi Kunjungan Turisme dan Industri di Mandalika0
- Makjleb, Tiket MotoGP Mandalika 90 Persen Terjual, Sport Tourism Kelas Dunia Siap Digelar0
- Danantara Ungkap Strategi Mengoptimalkan Pengoperasian jaringan transportasi gas di Pulau Jawa0
“Kita perlu memulai
rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan
darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” ujar Dony. Dari sisi
komersial dan keuangan, rencana pengembangan RSPP mencakup nilai investasi
sebesar Rp581 miliar. Transformasi dirancang melalui peningkatan kapasitas
tempat tidur, pembenahan proses pelayanan, penguatan keselamatan pasien, serta
peningkatan pengalaman pasien melalui layanan fisik dan digital.
Transformasi tersebut
direncanakan berlangsung selama 24 bulan. Namun, Dony meminta percepatan
pelaksanaan agar seluruh proses dapat diselesaikan pada pertengahan 2028.
Direksi IHC juga diminta melibatkan kontraktor profesional yang berpengalaman
dalam pembangunan dan renovasi fasilitas rumah sakit guna memastikan kualitas
pekerjaan dan ketepatan waktu.
Transformasi RSPP
diharapkan menjadikannya rumah sakit rujukan berstandar nasional dan
internasional sekaligus menjadi model peningkatan kualitas bagi 38 rumah sakit
lainnya di bawah IHC. Upaya ini menjadi bagian dari pembenahan layanan
kesehatan BUMN yang berorientasi pada kualitas medis, keselamatan, dan
pengalaman pasien. (rio/rls)












